aku berlari untuk mencapai dan menerobos keramaian
berdiam di dalamnya, untuk merasakan hiruk pikuk
tapi kusadari bahwa keramaian tidak mampu menengggelamkan kesunyian dalam diriku
aku berusaha mendapatkan perhatian, tapi kusadari bahwa aku merasa sendiri
aku bertahan dengan keributan, supaya terdengar satu suara saja dalam jiwaku
kosong sekali di sana, hampa, tak berjalan, dan hening tanpa kegembiraan dan kehangatan
keceriaan yang kucari, duka yang kudapat
kebahagiaan yang ku kejar, kematian membayang di pelupuk mata
aku tahu semua ini akibat ketidakadaanmu dalam hari-hariku
aku seakan-akan kosong
tanpamu, aku tahu bahwa sama saja dengan tak adanya masa depan bagiku
bahkan jikalau masih ada masa depan, mungkin akulah yang sudah tiada
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar