aku berjuang untuk melawan kelemahanku
mengabaikan kesakitan yang kurasakan
menelan kehampaan dalam hatiku
aku berusaha membuat itu tak terlihat
aku tahu, aku bersalah
tapi aku tidak tahu, apakah aku harus menyesal
karena aku mencoba untuk berubah ke arah yang lebih baik
dan yang ku tahu, ini untuk mereka
aku tak tahu harus berbuat apa
pengorbanan yang kulakukan mengubah segalanya
dan aku tidak tahu dengan perubahan itu
aku takud aku marah
aku takut aku kalah
aku sangat takut aku terluka
aku takut luka dihatiku semakin banyak
dan aku terlalu takud membuat orang-orang yang kusayangi terluka
pikiranku penuh dan tubuh ku terasa remuk
aku bimbang
aku tahu aku tidak bisa menyalahkan siapapun dan memang tidak ada yang salah, dan aku tahu semua salahku
aku tahu aku selalu menyalahkan diriku
tapi siapa lagi yang bisa ku salahkan
aku terlalu letih menghadapi diriku sendiri
aku tak tahu harus bagaimana, menghadapi emosi ku yang terlalu bergejolak
aku tahu bahwa aku tidak tahu apa yang terjadi
Kamis, 03 September 2009
Minggu, 02 Agustus 2009
aku mendengar suara itu, sesuatu yang patah
terdengar sangar menyeramkan
seperti suatu suara yang terkoyak
sepertinya itu tulangku, tapi aku tidak merasakan apapun
mungkin belum
tapi
aku mulai manyadari, kesakitan itu mulai merayapi saraf-sarafku
mulai menggerogoti kendali diriku
aku berteriak sekeras kerasnya untuk meredakan semua siksaan ini
aku berharap agar otot-otot leherku putus dan rasa sakit ini lenyap
tapi apa yang kudapat
rasa itu semakin menghimpitku, dan suaraku pun lenyap tak berbekas
sejenak sakit itu hilang, dan aku menyadari bahwa tembok ketidaksadaran menghujamku dari atas
aku pun tak sadarkan diri
tapi aku sempat mengenang saat-saat terkhir itu
aku tahu hidupku sudah hancur
semuanya sirna, direnggut secara paksa dari hidupku
aku tak lagi bisa hidup, tanpa semua itu
kehilangan adalah pemicu utama tindakan bodohku
kebahagiaan telah terbang melayang dari hidupku
kehangatan dan ketentraman telah tenggelam ke dasar samudra
semua lenyap, dan gelap
kesunyian menutup telingaku
dan kegelapan menutup mataku
apa yang bisa kuperbuat
selain pergi meninggalkan dunia ini
meninggalkan semua kenangan indah yang berakhir menyakitkan
begitu singkat dan berbekas di hatiku yang terdalam
aku yakin, seandainya aku masih mau melanjutkan prjalanan hidupku
rasa sakit itu tak akan pernah pudar dari hatiku
kebencian yang mendalam itu akan terus menggerogoti tubuhku
dan mungkin hatiku dan jiwakau telah tiada
hanya raga yamg berjalan karena amarah
apa yang bisa kupilih
kematian atau hidup sebagai manusia keji
mungkin memang bukan aku yang keji, tapi aku tak mau menjadi monster
mungkin memang hidupku telah usai
walau belum sampai di garis finisnya
aku tau semua telah usai, ketika semuanya direnggut dariku
dan aku pun terjatuh ke dalam lembah yang paling kelam
sasaat aku tersadar
karena sakit itu kembali menghujamku
perih dan aku tak tahu, kata apalagi yang mampu menggambarkan semua penderitaan ini
aku menyesal karena ingin menghampiri kematian
melawan kehendak Tuhan
aku baru menyadari bahwa garis finis hidupku belumlah ku capai
bahkan mungkin masih sangat jauh
tapi aku membuat garis itu sendiri, karena keresahan dan gundah gulana yang kurasa
aku rela hidup kembali dan menanggung semua penderitaan mental itu
dari pada harus merasakan rasa ini
hujaman-hujaman seakan-akan mendarat di sekujur tubuhku
seakan-akan tubuh ku di remukan
lama kelamaan, aku mulai mendambakan kematian
aku mulai bisa merasakannya
kegelapan itu mulai menggantung di pelupuk mataku
mulai mengisap ku ke dalamnya
rasa sakit itu muncul lagi, tapi teriakanku kali ini sia-sia
suaraku tak terdengar, hanya kesunyian yang terdengar
mata ku muali kabur, dan gelap gulita menguasi
tapi aku masih bisa merasakan tubuhku
jadi aku tahu aku belum mati
lambat namun pasti, kegelapan mulai menyelubungiku
serangan hujaman itu mulai mereda
tapi ketakutan mulai merayapi hatiku
aku khawatir dimana diriku setelah kesunyian menelanku, setelah kegelapan menenggelamkanku
aku bimbang
tapi apalah usahaku
saat kematian menyedotku
nafasku mulai sesak dan perlahan aku terlelap
kesadaranku mulai menghilang sedikit demi sedikit
aku seperti mengantuk karena lelah
bayangan kelam masa lalu melintas dalam benakku
dan aku tahu, sebentar lagi aku akan pergi meninggalakn semuanya yang telah berakhir di bumi ini
karena tembok kegelapan menindasku hingga ke dasar kekelaman
terdengar sangar menyeramkan
seperti suatu suara yang terkoyak
sepertinya itu tulangku, tapi aku tidak merasakan apapun
mungkin belum
tapi
aku mulai manyadari, kesakitan itu mulai merayapi saraf-sarafku
mulai menggerogoti kendali diriku
aku berteriak sekeras kerasnya untuk meredakan semua siksaan ini
aku berharap agar otot-otot leherku putus dan rasa sakit ini lenyap
tapi apa yang kudapat
rasa itu semakin menghimpitku, dan suaraku pun lenyap tak berbekas
sejenak sakit itu hilang, dan aku menyadari bahwa tembok ketidaksadaran menghujamku dari atas
aku pun tak sadarkan diri
tapi aku sempat mengenang saat-saat terkhir itu
aku tahu hidupku sudah hancur
semuanya sirna, direnggut secara paksa dari hidupku
aku tak lagi bisa hidup, tanpa semua itu
kehilangan adalah pemicu utama tindakan bodohku
kebahagiaan telah terbang melayang dari hidupku
kehangatan dan ketentraman telah tenggelam ke dasar samudra
semua lenyap, dan gelap
kesunyian menutup telingaku
dan kegelapan menutup mataku
apa yang bisa kuperbuat
selain pergi meninggalkan dunia ini
meninggalkan semua kenangan indah yang berakhir menyakitkan
begitu singkat dan berbekas di hatiku yang terdalam
aku yakin, seandainya aku masih mau melanjutkan prjalanan hidupku
rasa sakit itu tak akan pernah pudar dari hatiku
kebencian yang mendalam itu akan terus menggerogoti tubuhku
dan mungkin hatiku dan jiwakau telah tiada
hanya raga yamg berjalan karena amarah
apa yang bisa kupilih
kematian atau hidup sebagai manusia keji
mungkin memang bukan aku yang keji, tapi aku tak mau menjadi monster
mungkin memang hidupku telah usai
walau belum sampai di garis finisnya
aku tau semua telah usai, ketika semuanya direnggut dariku
dan aku pun terjatuh ke dalam lembah yang paling kelam
sasaat aku tersadar
karena sakit itu kembali menghujamku
perih dan aku tak tahu, kata apalagi yang mampu menggambarkan semua penderitaan ini
aku menyesal karena ingin menghampiri kematian
melawan kehendak Tuhan
aku baru menyadari bahwa garis finis hidupku belumlah ku capai
bahkan mungkin masih sangat jauh
tapi aku membuat garis itu sendiri, karena keresahan dan gundah gulana yang kurasa
aku rela hidup kembali dan menanggung semua penderitaan mental itu
dari pada harus merasakan rasa ini
hujaman-hujaman seakan-akan mendarat di sekujur tubuhku
seakan-akan tubuh ku di remukan
lama kelamaan, aku mulai mendambakan kematian
aku mulai bisa merasakannya
kegelapan itu mulai menggantung di pelupuk mataku
mulai mengisap ku ke dalamnya
rasa sakit itu muncul lagi, tapi teriakanku kali ini sia-sia
suaraku tak terdengar, hanya kesunyian yang terdengar
mata ku muali kabur, dan gelap gulita menguasi
tapi aku masih bisa merasakan tubuhku
jadi aku tahu aku belum mati
lambat namun pasti, kegelapan mulai menyelubungiku
serangan hujaman itu mulai mereda
tapi ketakutan mulai merayapi hatiku
aku khawatir dimana diriku setelah kesunyian menelanku, setelah kegelapan menenggelamkanku
aku bimbang
tapi apalah usahaku
saat kematian menyedotku
nafasku mulai sesak dan perlahan aku terlelap
kesadaranku mulai menghilang sedikit demi sedikit
aku seperti mengantuk karena lelah
bayangan kelam masa lalu melintas dalam benakku
dan aku tahu, sebentar lagi aku akan pergi meninggalakn semuanya yang telah berakhir di bumi ini
karena tembok kegelapan menindasku hingga ke dasar kekelaman
Label:
from the heart of the angel
aku merasa bahwa jantungku tak lagi berdetak
seakan-akan bukan hanya jantungku yang terdiam
tapi paru-paru ku pun tidak bisa menampung udara yang ku hisap
aku merasa aku bernafas dengan sia-sia
seolah-olah seluruh organ ku direnggut dengan paksa
hilang dan menyisakan luka yang berdarah-darah
bukan hanya perih, tapi sungguh menyakitkan
sungguh, hanya kematian yang diharapkan
semuanya seperti sirna
semua perjalanan hidupku
terhempas hingga ke tanah
terbentur dan pecah
hancur menjadi debu
pengalaman yang aku rasakan seolah-olah sirna, bahkan apabila aku harus mengalami ini
lebih baik aku tidak usah hadir ke dunia
seakan-akan eksistensiku di dunia tdak lagi diperhitungkan
semuanya hampa
sia-sia belaka
tanpa-Mu aku akan seperti itu
seakan-akan bukan hanya jantungku yang terdiam
tapi paru-paru ku pun tidak bisa menampung udara yang ku hisap
aku merasa aku bernafas dengan sia-sia
seolah-olah seluruh organ ku direnggut dengan paksa
hilang dan menyisakan luka yang berdarah-darah
bukan hanya perih, tapi sungguh menyakitkan
sungguh, hanya kematian yang diharapkan
semuanya seperti sirna
semua perjalanan hidupku
terhempas hingga ke tanah
terbentur dan pecah
hancur menjadi debu
pengalaman yang aku rasakan seolah-olah sirna, bahkan apabila aku harus mengalami ini
lebih baik aku tidak usah hadir ke dunia
seakan-akan eksistensiku di dunia tdak lagi diperhitungkan
semuanya hampa
sia-sia belaka
tanpa-Mu aku akan seperti itu
Label:
from the heart of the angel
aku tahu bahwa cinta-Mu menenggelamkanku hingga ke dasar
aku tidak takut, kalau aku harus tenggelam
aku malah ingin lebih lagi tenggelam dalam cinta-Mu, karena cinta-Mu membebaskanku
kemulaian-Mu menyilaukan mataku
tapi aku suka itu semua
bahkan aku sangat mencintai dan merindukan perjumpaanku dengan Mu
apalagi saat cinta-Mu mengubahkanku
aku tidak takut, kalau aku harus tenggelam
aku malah ingin lebih lagi tenggelam dalam cinta-Mu, karena cinta-Mu membebaskanku
kemulaian-Mu menyilaukan mataku
tapi aku suka itu semua
bahkan aku sangat mencintai dan merindukan perjumpaanku dengan Mu
apalagi saat cinta-Mu mengubahkanku
Label:
from the heart of the angel
Jumat, 31 Juli 2009
aku baru tahu rasanya sakit hati
tapi jujur sampai saat aku mengerti bagaimana sakit hati itu
aku masi belum mengerti mengapa aku harus merasakan sakit hati ini
dan aku masih belum tahu bagaimana caranya menghilangkan sakit hati ini
tapi jujur sampai saat aku mengerti bagaimana sakit hati itu
aku masi belum mengerti mengapa aku harus merasakan sakit hati ini
dan aku masih belum tahu bagaimana caranya menghilangkan sakit hati ini
Label:
from the heart of the angel
Kamis, 30 Juli 2009
diamond can not enchain me
aku tahu bahwa permata bersinar
aku tahu bahwa permata menyilaukan
aku tahu bahwa permata itu indah
aku tahu bahwa permata itu memancarkan kecantikan
tapi permata tidak akan mungkin mempesonaku, bila aku melihatmu
karena dirimu lebih mempesona, jauh lebih mempesona dari kilauan permata terindah sekalipun
aku tahu bahwa permata menyilaukan
aku tahu bahwa permata itu indah
aku tahu bahwa permata itu memancarkan kecantikan
tapi permata tidak akan mungkin mempesonaku, bila aku melihatmu
karena dirimu lebih mempesona, jauh lebih mempesona dari kilauan permata terindah sekalipun
Label:
from the heart of the angel
Langganan:
Postingan (Atom)
